Kini Aku Kembali

Kini Aku Kembali


Setelah sekian lama BAIT mingguan Majalah Rohani versi online tidak terbit, disebabkan kendala teknis dan kendala-kendala lainnya, maka pada awal bulan ini, BAIT kembali menyapa para pembaca yang  setia menunggu. Satu kerinduan akhirnya terpuaskan dengan terbitnya kembali mingguan Rohani BAIT.

Mengelolah satu berita Mingguan, bukanlah hal yang mudah.  Apalagi semua dikerjakan oleh para sukarelawan tapi bekerja secara professional.  Semangat dan etikat mulia para sukarelawan untuk menghidupkan kembali BAIT, lebih didorong oleh adanya tujuan luhur dari semua tulisan, berita dan gambar di BAIT untuk mengabarkan kabar baik dan kabar keselamatan kepada banyak orang.  Sebaran pembaca BAIT di seluruh Indonesia dan bagian dunia lainnya, menandakan bahwa perintah agung untuk membawa kabar keselamatan tidak harus datang secara fisik bertemu muka satu sama lain, tapi lewat media ini juga komunikasi bisa berjalan efektif.

Tentu kita harus acungkan dua jempol kepada founder dan pengurus BAIT yang dengan semangat empat lima kembali membangunkan BAIT dari tidurnya.  Semua upaya digunakan untuk kembali terbit seperti sediakala.

Untuk memajukan dan memberikan warna lain kepada BAIT, maka sangat diharapkan agar semua pembaca atau siapapun yang rindu menyampaikan kabar baik kepada sesama, atau rindu membagi berkat rohani kepada sahabat lainnya, maka BAITlah tempatnya.  Karena itu tulislah artikel rohani, sampaikan berita-berita perkembangan pekerjaan Tuhan yang anda lihat dan rasakan dimanapun itu, agar pembaca lainnya mendapatkan informasi berharga juga. Tuangkan ide-ide yang bisa menjadi kemaslahatan orang banyak.  Kalaupun anda merasa tidak bisa menulis dengan baik, percayalah bahwa anda akan memperoleh kemampuan dari Tuhan untuk melakukan itu.  Editor akan membaca kembali semua tulisan yang masuk dan memperbaiki bila dianggap perlu.  Foto-foto dan bahkan video singkat pasti mengandung sejuta makna bila disertakan dalam setiap tulisan.  Bahkan gambar tanpa keteranganpun tetap akan berarti bagi pembaca.

Marilah kita sama-sama bergotong royong bersatu padu dalam semangat yang menyalah-nyalah untuk membuat BAIT Great Again.

Semoga kehadiran BAIT di tangan pembaca akan membawa serta berkat rohani agar kita tetap saling mengasihi dan medoakan satu dengan yang lain. 

Yoshen Danun

M

emasuki bulan kedua di tahun 2019 ini, tentunya kita masih ingat secara pribadi setiap commitment dan resolusi yang kita ikrarkan di awal tahun ini, tepatnya di malam tahun baru memasuki bulan pertama Januari. Entah itu anda lakukan di rumah bersama keluarga, di gereja bersama jemaat anda masing-masing atau bahkan berdua dengan pasangan anda…  Anda ingin menjadi pribadi yang lebih baik (saya tidak bisa memastikan berapa besar presentasi yang memiliki komitment seperti ini) di samping ekonomi yang lebih baik… anak-anak sukses, promosi dalam pekerjaan, lebih setia dalam tugas dan pelayanan, memperbaiki hubungan dalam rumahtangga dan janji-janji  yang belum ditepati sepanjang tahun lalu direncanakan akan ditepati tahun ini… Lumrah, dan itu kita lakukan hampir di setiap pergantian tahun. Apakah anda sudah menepati janji-janji di tahun-tahun sebelumnya? Apakah anda sudah menjadi Individu yang lebih baik saat ini?… Pertanyaan menarik,.. mari kita renungkan Bersama…

                Ayat renungan kita saat ini saya ambil dari buku Roma pasal 7:22-23, demikian tertulis: “Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.”

                 Seperti yang diungkapkan oleh Drew Dyck dalam bukunya demikian: “we often “know the good we ought to do.” The problem is that we don’t do it.” – Dyck, Drew. Your Future Self Will Thank You (p. 58). Moody Publishers. Kindle Edition. Kita sering “tahu sesuatu yang baik yang harus kita lakukan.” Masalahnya adalah, kita tidak melakukannya. “ dan itu juga yang diungkapkan oleh seorang kartunis Walt Kelly tentang siapa individu tersebut, “Kita telah bertemu dengan musuh itu, dan dia itulah KITA.” Sebagian dari diri kita INGIN melakukan yang baik, tapi di bagian lain dalam diri kita justru tidak menginginkannya… Tragis bukan?  Dan tanpa kita sadari kita hidup dengan KEPRIBADIAN GANDA SETIAP TAHUN! Melayani keluar menjangkau orang lain, dirumah keluarga berantakan. Mengajarkan kebenaran di mimbar, public, sekolah, kantor dan lain sebagainya,.. di lingkungan sendiri kitalah penyebab konflik! Hasilnya? Kita menjadi sebuah rumah yang terbagi dua! A Walking Civil War (Perang Sipil Berjalan), ungkap Drew Dyck dalam buku yang sama.

                Namun, bukan berarti kita tidak bisa mengatasi dan mengatur rumah (tubuh) ini,… Rasul Paulus mengungkapkan dalam ayat 24,”Aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari TUBUH MAUT ini? Namun ia sudah mengetahui Jawabannya,… Ayat 25, Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita… dan perhatikan dengan jelas kalimat selanjutnya, “Jadi dengan AKAL BUDIKU aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.” Dalam terjemahan KJV Akal Budi = Mind, dan kata tersebut digunakan dalam bahasa aslinya ‘nous’ dari ‘ginosko’ yang artinya mencakup Thoughts, Feelings or Will (pikiran, perasaan atau keinginan/kemauan – Divine atau Human, Ilahi atau Manusia) satu Formula yang sebenarnya sejak awal mula kejadian manusia sudah ada dalam diri nenek moyang kita yang pertama, Adam dan Hawa. Allah menghembuskan Nafas Hidup/Spirit kedalam diri manusia yang memberikan gambaran kuasa Ilahi yang seharusnya menjadi figure penentu dalam mengembangkan Karakter manusia dahulu untuk tetap pada jalurnya,, memiliki Image Pencipta.

                Adam dan Hawa menghadapi “The first Self Control Test of all time”di taman Eden… hanya dengan satu instruksi agar tidak memakan buah terlarang tersebut (Kejadian 2:17). Konsekuensinya ? Mereka gagal !!! Bagaimana mungkin ciptaan yang mulia dan sempurna, dalam waktu yang tidak terlalu lama berubah drastis memikirkan diri sendiri gantinya menurut Allah, mendengar iblis dan berdosa? Dan itulah yang akhirnya diturunkan pada generasi-generasi selanjutnya sampai di jaman kita saat ini… Sehabis mendengarkan khotbah  dan buka tahun, besoknya kita melakukan hal yang sama yang ingin kita hindari!!!  Setelah terpilih, kita mengabaikan janji-janji yang kita utarakan, setelah menikah, kita berubah tidak setia setelah mengikrarkan janji dihadapan public, setelah mendengar instruksi dari sekolah tentang peraturan, besoknya kita sudah melanggar… setelah di maafkan dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi justru kita mengulanginya dengan cara yang berbeda…. Kita tahu yang benar, tapi justru kita tidak melakukannya,,.. kita tahu yang jahat, tapi justru kita tidak menghindarinya!! Rasul Paulus tahu betul kondisi tersebut!!! Drew Dyck mengungkapkan: “We have an inborn tendency to mess up, to choose sin and selfishness over holiness and intimacy with God and each other.” Dyck, Drew. Your Future Self Will Thank You (p. 60). Moody Publishers. Kindle Edition. “Kita punya tendency sejak lahir untuk melakukan kesalahan, untuk memilih dosa dan kepentingan diri di atas kekudusan dan hubungan dekat dengan Allah dan satu sama lain.” Inilah yang membuat urusan pengembangan dan perbaikan karakter jadi lebih sulit!!! Meski kita memiliki kemauan untuk memperbaikinya.

                “Menurut APA (American Psychological Association), orang Amerika secara konsisten menyebuntukan kurangnya kuasa kemauan merupakan karakter defisit nomor satu.” Dyck, Drew. Your Future Self Will Thank You (p. 63). Moody Publishers. Kindle Edition. Artinya, kita punya masalah dengan “SELF CONTROL” Kemauan ada tapi dimana letak kesalahannya? Dan dimana posisi kita berada? Apakah kita kurang pengetahuan? Yang pasti Yesus sudah tegaskan bahwa dari hati timbul segala pikiran jahat dan ini yang harus kita atasi bersama DIA karena Dia yang tahu cara yang tepat untuk mengontrolnya setiap saat… (Mat 15:19) Karakter tidak ditentukan oleh posisi atau jabatan bahkan kondisi ekonomi.. siapapun anda, anda bisa hidup dengan kepribadian ganda setiap hari, CEO di kantor, tapi kasar di rumah, baik hati di gereja, dikenal galak oleh tetangga… apakah ini yang Tuhan mau setiap tahun Dia memperhatikan dan mendengarkan komitment kita dipergantian tahun ?

                Memasuki bulan penuh cinta, bunga-bunga laris, pesanan coklat membludak, rumah-rumah makan antri, took-toko emas banjir pelanggan, media sosial penuh dengan ucapan kasih sayang, ministry-ministry mencanangkan penginjilan ke wilayah-wilayah yang belum mengenal kebenaran plus bantuan gratis ke masyarakat kurang mampu dan kurang pengetahuan, pelayanan kesehatan dan pelatihan menyebar di titik-titik interest, lagu-lagu cinta terdengar dimana-mana, acara dikemas untuk mengungkapkan kasih sayang terhadap pasangan dan orang yang kita kasihi, sayangnya…. besoknya kita sudah mulai menyakiti kembali seseorang, seperti biasa kita tidak perduli bahkan dengan mereka yang benar-benar membutuhkan, kita kembali melanggar hukum kesehatan pada saat yang sama, dan lain sebagainya… apakah kepribadian ini yang ingin kita pertahankan? Bukankah kita sudah berjanji untuk meninggalkan kehidupan yang lama?

                Inilah nasihat rasul Paulus sebagai solusi bagi kita yang memiliki kepribadian ganda… Galatia 5:24, “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” Kitalah yang memutuskan untuk menyerahkan kepada siapa yang mengendalikan salah satu kepribadian yang sangat tidak diperkenankan Tuhan untuk kita hidupkan dalam Galatia 5:19-21. Ellen White menulis: “Allah akan bekerja dengan penuh kuasa jika seseorang menyerahkan dirinya pada pengontrolan Roh Kudus.” AA, p.50. Agar kepribadian yang dipimpin oleh Roh sajalah yang akan selalu menguasai hidup kita sampai Maranatha, ini adalah pekerjaan setiap hari berjalan Bersama Tuhan, mendengar suara Roh berbicara untuk menolong kita memilih dengan benar dan memampukan kita untuk mengendalikan Self Control kita agar kita selalu MEMILIH untuk meminta kuasaNya saat kita membutuhkannya dan tidak menyesal kemudian! Ragu?  Tidak mampu? Masih beralasan bahwa kita masih Manusia? Yesus juga manusia, teladan yang tepat untuk membungkam siapapun yang mengatakan kita tidak bisa menjadi seperti Dia dalam segala hal… Beda culture? Pengalaman? Usia? Ellen White melanjutkan: “Janji diberikannya Roh Kudus tidak terbatas pada usia ataupun ras.” AA, p. 50. “Dibawah kendala kuasa Roh KudusNya, bahkan orang terlemah  dengan melatih iman kepada Allah,  belajar meningkatkan  kuasa yang dipercayakan kepada mereka dan dikuduskan, diperbaharui dan ditinggikan derajatnya. : AA, p. 50. Biarlah Tuhan saja yang memampukan kita mengendalikan pribadi yang selalu memikirkan diri sendiri dan mengulangi kesalahan dan dosa yang disukai, setelah pribadi yang lain diubahkan oleh KuasaNya… You can do it! Fil 4:13. With His strength.

Selamat menikmati hari Sabat yang diberkati Tuhan.– Salam sejahtera. .  BAIT

P

erayaan Valentine Day, menjadi hari yang dinanti-nanti banyak orang. Valentine day yang saat ini identik dengan coklat sebagai pernyataan sayang kepada orang lain bukan hanya jadi moment yang dinanti bagi mereka yang berpacaran tapi juga sampai anak Taman Kanak-Kanak mulai diajarkan guru sekolahnya untuk berbagi coklat di hari Valentine. Oma-oma yang giginya mulai ompong pun tak mau kalah, pengen dibelikan coklat di hari Valentine, meskipun hari ini menjadi hari neraka bagi yang jomblo karena tak ada yang memberikannya coklat ataupun kembang, meskipun hanya kembang kol, apalagi bunga popaya.

Meskipun Valentine Day banyak ditunggu-tunggu tetapi tidak sedikit juga yang bertanya-tanya, bisakah kita merayakan Valentine Day ? Apalagi dari kalangan tertentu melarang umatnya merayakan Valentine Day.. Untuk menjawab itu ada baiknya kita mengetahui sejarah perayaan ini dan makna apa di baliknya.

Perayaan Valentine Day sangat popular di berbagai negara namun banyak yang tidak mengetahui sejarah perayaan Valentine Day ini. Dalam catatan kami, yang kami ambil dari beberapa sumber, ada beberapa versi sehingga tanggal 14 Februari dirayakan menjadi Valentine Day.

Versi pertama mengenai perayaan ini adalah, mulanya perayaan ini diadakan pada 15 Februari untuk memuja dewi Lupercus. Ia merupakan ratu dari segala dewa dan dewi kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan, dewi kesuburan.  Dalam pesta tersebut, mereka memohon kesehatan dan kesuburan tanaman dan ternak-ternak mereka. Namun, pada malam sebelum Lupercalia, nama-nama anak perempuan Romawi yang sudah ditulis di atas kertas dimasukkan ke dalam botol/kendi. Lalu para lelaki menarik undian nama-nama perempuan yang akan menjadi pasangan mereka, serta menempelkan nama perempuan tersebut di lengan baju mereka. Pasangan-pasangan tersebut akan saling bertukar hadiah. Kaum perempuan akan menerima sarung tangan harum atau kado tertentu. Kadang-kadang, kebersamaan tersebut bertahan hingga lama. Akhirnya, pasangan tersebut saling jatuh cinta dan menikah di kemudian hari.

Lebih jauh lagi mengenai Lupercalia, dalam bahasa Yunani, Nimrod lebih dikenal sebagai Pan, sedangkan anjing ajak dalam bahasa Latin “Lupus” oleh sebab itulah bangsa Rumawi menamakan Nimrod sebagai “Lupercus” atau si pemburu anjing ajak. Untuk memuliakan Lupercus inilah mereka mengadakan hari perayaan yang disebut “Lupercalia” yg dirayakan setiap tanggal 15 Februari. Rupanya banyak orang Rumawi ingin puteranya gagah perkasa seperti Nimrod oleh sebab itulah mereka seringkali memberikan nama “Valentine” kepada putera-nya.

Di hari Valentine rasanya tidak komplit apabila tidak ada “Cupid” sang dewa asmara, dalam bentuk malaikat kecil tak berbaju yang selalu membawa panah untuk memanah sepasang hati manusia untuk saling jatuh cinta. Hanya sayangnya Cupid ini merupakan lambang dari pasangan Haram! Kenapa demikian? Cupid itu sebenarnya adalah gambaran atau lambang ketika Nimrod masih kecil. Nimrod adalah seorang pemburu maka dari itu juga Cupid ini selalu membawa panah. Pada masa mudanya Nimrod adalah seorang pemuda yg gagah sekali, sehingga di puja-puja oleh banyak kaum wanita (Daniel 11:37) yg membuat nafsu birahi mereka menjadi bangkit terbang melayang. Hal ini bukan hanya berlaku bagi perempuan di sekitarnya saja bahkan berlaku bagi Ibu Kandungnya sendiri “Semiramis” yg turut jadi tergila-gila oleh anaknya sendiri, sehingga akhirnya ia mengawini anak kandungnya sendiri. Oleh sebab itulah juga diberi sebutan nama “Cupid” yg berasal dari bahasa Latin “cupere” yang dalam bahasa Inggrisnya diterjemahkan sebagai “Desire” atau membangkitkan nafsu birahi. Jadi Cupid itu memanah bukannya untuk membuat orang menjadi saling jatuh cinta, melainkan untuk membuat nafsu birahi orang jadi bangkit. Pada tanggal. 15 Februari, Nimrod dan Ibunya mengakui kesalahan mereka, sebagai ibu dan anak, oleh sebab itulah juga bln Februari itu berasal dari kata Februa yang berarti “penyucian”, dimana mereka akhirnya sadar bahwa azas kasih yang mereka lakukan itu tidak benar.

Pada pertengahan bulan Pebruari di Eropa dikenal juga dengan musim kawinnya jenis burung tertentu sehingga hal ini juga dihubungkan dengan musim mencari pasangan, waktu bercinta yang kemudian dialihkan menjadi waktu untuk memulaikan percintaan bagi anak muda. Ditentukan kemudian tanggal 14 Pebruari untuk mengadakan pesta khusus anak muda untuk mencari pasangan atau untuk mengadakan pendekatan kepada yang di taksirnya.

Versi lain mengenai perayaan ini berasal dari kata Galentine yang dalam bahasa Perancis Normandia berarti gallant atau cinta dan kata ini sangat popular pada abad pertengahan. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari.

Salah satu versi yang sangat popular mengenai perayaan Valentine Day ini merupakan kisah cinta romantis pada abad ke 14 di Ingris dan Perancis.  Kisah ini berawal dari seorang pastor  bernama Valentine bersama rekannya Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II kala itu. Pasalnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang hebat. Valentine tidak setuju dengan peraturan tersebut. Ia secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah perkawinan. Hal ini dilakukannya secara rahasia. Lambat laun, aksi yang dilakukan oleh Valentine pun tercium oleh Claudius II. Valentine harus menanggung perbuatannya. Ia dijatuhi hukuman mati pada tahun 270M setelah sebelumnya dipenjara.

Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya senantiasa setia untuk menjenguk Valentine di penjara kala itu. Sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah surat untuknya. Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda tangannya di akhir surat dan menjadi populer hingga saat ini yaitu —- ”From Your Valentine.” Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yag dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini. Akhirnya, sekitar 200 tahun sesudah itu, Paus Gelasius meresmikan tanggal 14 Febuari tahun 496 sesudah Masehi sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine.

Beberapa versi perayaan valentine di atas bisa saja saling berhubungan. Bisa saja suatu kebetulan kata Galentine yang berarti cinta kedengaran hampir sama dengan kata Valentine, nama seorang pastor yang jatuh hati kepada seorang anak sipir penjara di mana dia memperjuangkan pernikahan para serdadu. Secara kebetulan pertengahan bulan Pebruari adalah musim kawin jenis burung tertentu di Eropa dan kemudian dihubungkan dengan perayaan kekafiran untuk menghormati dewi Lupercus kemudian para rohaniawan Katolik menetapkan tanggal 14 Pebruari sebagai perayaan untuk memperingati Valentine yang mati sebagai martir dan kemudian ditetapkan sebagai seorang Santo. Coba perhatikan karya sang sastrawan Inggris ternama, Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (“Percakapan Burung-Burung”) bahwa For this was sent on Seynt Valentyne’s day (“Bahwa ini dikirim pada hari Santo Valentinus”) Whan every foul cometh ther to choose his mate (“Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya”)

Sebagaimana perayaan Natal yang awalnya berasal dari kekafiran, perayaan Valentine Day yang sejarahnya simpang siur bisa jadi benar berawal dari perayaan kekafiran kepada dewa Romawi kuno. Sebagai umat Kristen tentu kita tidak memperingati perayaan kekafiran itu. Adalah mungkin memanfaatkan even tertentu untuk memberikan nuansa positif kepada yang kita cintai. Memanfaatkan even tertentu untuk menyatakan kasih sayang kita, tidak ditentukan dengan tanggal tertentu walaupun kitapun bisa saja memanfaatkan even yang sudah dikenal luas.. Pernyataan kasih sayang kita bukan terbatas hanya kepada pacar kita atau istri/suami tetapi pernyataan kasih dapat kita ungkapkan juga kepada keluarga dekat kita, anak-anak, orang tua atau sahabat kita. Perlu juga diingat ungkapan cinta yang tulus dan “tidak salah alamat” kepada sesama tidak harus hanya pada tanggal 14 Pebruari. semakin sering kita menyatakan cinta kita kepada sesama dengan cara yang pantas adalah lebih baik dan bila kebetulan di tanggal 14 Pebruari kita menyatakan cinta kepada yang kita cintai itu bukanlah suatu masalah bila motifnya bukanlah untuk perayaan kekafiran. tapi bila dengan merayakan Valentine Day bisa menjadi batu sandungan bagi diri sendiri atau bagi orang lain maka sebaiknya berpikir dua kali untuk melakukannya. Apapun yang kita lakukan hendaknya itu adalah untuk kemuliaan Allah. Filipi 4 : 4. BAIT

 

KERJA BAKTI BERSAMA SLADOR DAN HIS SENTANI  

  Diawali dengan apel pagi dan doa di halaman SLA Doyo Baru lalu dilanjutkan dengan pembagian tugas dan pembersihan jalan, got dan jembatan.   Hal ini menyedot perhatian publik karena untuk pertama kalinya para siswa dan tenaga pengajar asing (bukan Indonesia) turun ke jalan untuk membersihkan jalan, got dan jembatan.   Kegiatan ini juga dilakukan selain sebagai waktu untuk bersosial antar sesama siswa juga adalah waktu untuk mempraktekkan Bahasa Inggris bagi siswa SLA Doyo Baru karena ada teman-teman warga negara asing yang bersama dengan mereka.    
Doyo Baru BAIT : Untuk pertama kalinya  sebagai bagian dari point’ penting di MOU kerja sama antara SLA Doyo Baru dan Hillcrest Internasional School (HIS) Sentani, telah dilakukan kerja bakti bersama antara kedua sekolah tersebut.   Kerja bakti itu dilakukan di sepanjang jalan utama di depan kampus SLA Doyo Baru dan Penerbangan Advent Indonesia juga menuju kantor Polres Kab. Jayapura. Tak tanggung – tanggung HIS dipimpin langsung oleh kepala sekolah dan beberapa tenaga guru dan staff dengan membawa hampir semua siswa high school mereka.      

Kerja bakti ini juga dalam rangka  Valentine’s Day dan juga sebagai wujud cinta lingkungan dan dukungan kedua sekolah terhadap pencanangan program penerintah kabupaten Jayapura menuju kota Adipura.

Kegiatan yang juga diliput beberapa media lokal ini mendapat perhatian luar biasa dari kalangan masyarakat termasuk para netizen yg ada di Papua karena peran anak-anak WNA yang bekerja dengan penuh totalitas.

Semoga pelayanan ini terus membuat sekolah SLA Doyo Baru dikenal oleh masyarakat dan mendapat kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah. Puji TUHAN. (Harold Oijaitou)

PELATIHAN SENIOR YOUTH LEADER (SYL)  KONFERENS MINAHASA Tondano, BAIT : Tanggal 6-8 Februari 2019 di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Pioneer Rerewokan Tondano Departemen Pemuda Advent Konferens Minahasa menggelar pelatihan SYL, (Senior Youth Leader). Program terbaru kepemimpinan pelayanan pemuda advent Senior dari Departemen Pemuda Advent General Conference yang baru saja diluncurkan pada acara Global Youth Leaders Congress, GC Youth Ministries di Kassel Jerman 31 Juli – 4 Agustus 2018 lalu.  

Kegiatan Seminar SYL ini dengan Pembicara utama adalah SYL. Pdt. Dr. Swineys Tandidio, M-AR, M.Th Direktur PA/SS/PP Daerah Konferens Minahasa yang hadir dalam pelatihan ini adalah Pendeta, Ketua Jemaat Bidang Pemuda Advent, Ketua Pemuda Advent Se-Kota Tondano. Diantaranya para Pendeta Calon SYL Pdt. Jimson Rantung,  Pdt. Semmy Lenzun, Pdt. Nixon Tumarar, Pdt.Jonly Turangan, Pdt. Simon Kunu.

Kegiatan yang diikuti oleh para Ketua Jemaat dan Ketua Pemuda sangat menarik dan mempertajam pelayanan Pemuda Advent Senior yang melayani umur 16-21 Tahun Ambassadors dan 22-30+ Young Adults ungkap Ketua PA Jemaat Pioneer Tondano Greidy Pangalila. Terima kasih untuk kehadiran ungkap Ketua Jemaat di Pioneer Tondano yang hadir : Nixon Parengkuan, Jouke Pratasik, Moudy Frederik, Boy Polii dan Jimi Pinangkaan.

PROMOSI RSA PALANGKARAYA DAN SEMINAR KESEHATAN

Selain datang ke DKKT untuk mempromosikan pembangunan Rumah Sakit Advent Palangkaraya, Sabat 9 February 2019, Rombongan RSA Bandung yang dipimpin langsung oleh ketua Yayasan Bpk. B.F. Sihotang, juga mengadakan seminar kesehatan di jemaat-jemaat yang ada di DKKT.

Pada hari jumat jam vesper dan Sabat siang, Team RSA membagi tiga kelompok; dr. Roy Sarumpaet, Direktur YRSAB dan Bpk B.F. Sihotang di Jemaat Agape. Ibu Melati Samosir, Kepala Keperawatan dan Bpk. Robert Purba, Bendahara YRSA mengimbau untuk membantu RSA Palangkaraya, mereka di Jemaat Martadinata. Bpk Edward Silalahi, Wkl Dir Keuangan, membawakan Firman Tuhan di Jemaat Bontang.

Sementara mantan direktur RSA Bandar Lampung,  dr. Ruben V Supit, Sekretaris umum YRSA mengambil bagian di jemaat Loa Janan. Sementara dr. Alvin Rantung, wkl. Dir. Medis, di jemaat Makarios.  dr. Ontang Tampubolon, Kepala pengembangan YRSA di jemaat Danau Jempang Samarinda.  Bpk. Johan Hutapea, wkl dir Umum YRSA mendapat kesempatan di jemaat Bukit Moria Balikpapan, sementara kepala bagian Marketing Pdt. Berlin Simbolon memotivasi anggota jemaat Batu Ampar Balikpapan untuk terlibat dalam pembangunan RSA Palangkaraya.

Pada Sabat sore acara gabungan di jemaat Agape. dr. Alvin Rantung dan dr. Roy Sarumpaet bergantian membawakan seminar kesehatan. Ketua Daerah Pdt. Yance Fina, atas nama jemaat seDKKT menyampaikan banyak terima kasih atas kunjungan dari team YRSA ini, semoga RSA Plangka dapat secepatnya terwujut. Tuan rumah gabungan Sabat sore diwakili Pdt. F. Sagala, gembala jemaat agape juga menyampaikan banyak terima kasih, mewakili jemaat-jemaat di Balikpapan, sementara Yance Pua, ketua jemaat Agape menyerakan sertificate untuk dr.Alvin dan dr. Roy.. (Yance Pua)

Pekan Doa Rumah Tangga Jemaat Agape Balikpapan “SUASANA RUMAH TANGGA”

Balikpapan, BAIT : Biasanya acara pekan doa dilaksanakan satu pekan, tetapi kali ini Jemaat Agape Balikpapan mengadakan pekan doa Rumah tangga, dipersingkat hanya beberapa hari. “Tabrakan dengan acara-acara lain.  Mo gimana lagi, mo tunda kelamaan, des sapu jo,” kata HarryTombokan, Pimpinan Rumah Tangga jemaat. “Iyo, ada acara Penatalayan dari divisi,” sambung Nana istri tercinta Bpk Harry Tombokan, sambil membagi materi pekan doa yang akan dibahas.

Pembukaan acara pekan doa di adakan di kediaman Kel. Romel Lumbantoruan, didaerah regency Balikpapan, sekaligus perayaan ulang tahun pernikahan keluarga yang ke delapan.

Gembala jemaat Pdt. F. Sagala dalam pembahasannya mengatakan; Pentingnya suasana rumah tangga dijaga dengan baik, karena merupakan sorga kecil di atas dunia ini, dimana Kasih dipertumbuhkan didalam keluarga. Selanjutnya, “kalau kita mau menjadi orang yang saleh dalam surga, kita harus lebih dulu menjadi orang saleh didunia, khususnya dalam keluarga kita. Harus menjaga kesuvian tumah tangga, jadikan rumah tangga senang dan bahagia didalam Yesus, jalankan rumah tangga dengan bijaksana dan lemah lembut. ” kata Sagala yang menjadi ketua distrik Balikpapan A.

Pada hari senin acara di lanjutkan di gereja dengan pembicara Ibu Nurhayati Purba. Ketua jemaat ini membahas;  Agama dalam keluarga sangat penting, dan harus menjadi bagian pendidikan dalam rumah tangga. Agama dalam rumah tangga harus mendahului agama dalam jemaat, “Adalah suatu kesalahan besar kalau kita menanggguhkan pelajaran agama dalam rumah tangga,” Pungkas pemilik Paud Cahaya Andhika ini.

Pada hari selasa Yance Pua membahas topik yang hangat tentang ‘cinta birahi dan cinta yang benar’. Cinta yang benar bukanlah pemuasan nafsu yang besar, bernyala-nyala dan darah mendidi. Cinta sejati itu harus tenang dan memiliki prinsip yang suci. “Cinta itu pemberian Allah yang indah bagi kita. Bukan suatu perasaan melainkan suatu prinsip. Cinta itu merupakan tanaman yang harus di jaga dan pelihara.” Kata opa dari Hannah ini. Selanjutnya orang-orang muda, jangan menikah dengan orang yang tidak seiman, dan Ini merupakan perintah Allah. Menggabungkan diri dengan orang yang tidak seiman berarti menempatkan diri didaerah berbahaya. “Kita harus lebih banyak berdoa dan berserah kepada Tuhan untuk mendapatkan pasangan yang serasi,” tutup koordinator doa jemaat ini.

Pada penutupan Pekan doa, pimpinan rumah tangga jemaat Bpk. Harry Tombokan membahas tugas dan kewajiban di rumah tangga. Dalam uraiannya Tombokan, mengatakan sebaiknya tugas rumah tangga dibagi-bagi, supaya terhindar dari perbedaan dan pertentangan antara bapak dan ibu atau anak dengan orang tua. Keluarga harus bersatu dalam melaksanankan peraturan-peraturan yang disepakati. Selanjutnya suami dari Nana ini mengatakan, jadikan Kristus itu yang pertama dan terakhir, yang terbaik dalam segala perkara. Selanjutnya, suami harus mengasihi istri dan istri harus menghormati suaminya, dan jangan memaksakan kehendak. Juga perlu selalu mengatakan cinta pada pasangannya dan jangan lupa mengapresiasi hal-hal kecil.

Konfrens Minahasa & Universitas Nusantara Mendapatkan Dana Hibah 500 Juta Dari Pemprov Sulut

Manado, BAIT : Ulang tahun ke 3 Kepemimpinanan Gubernur Olly Dondokambey & Steven Kandouw mengadakan syukuran bertempat di halaman kantor gubernur, jl. 17 Agustus, Manado (12/2/2019).

Pada kesempatan itu gubernur Sulut memberikan dana hibah dan bantuan kepada berbagai elemen masyarakat. Di antara yang mendapat bantuan hibat adalah Daerah Konfrens Minahasa (DKM) yang secara simbolis diserahkan gubernur kepada ketua daerah pdt. Nofry Kaumpungan. Gubernur memberikan bantuan Rp. 500 Juta kepada Daerah Konfrens Minahasa. Turut hadir pada penyerahan bantuan, sekretaris dan bendahara daerah.

Pada kesempatan yang sama Universitas Nusantara – Manado juga menerima bantuan yang sama dari Gubernur. Bantuan diberikan Gubernur secara simbolis kepada Rektor Universitas Nusantara Jan Polii, dihadiri ketua Yayasan Universitas Nusantara  yang juga sebagai ketua Kerub Advent, Teddy Manueke dan sekretaris yayasan Susan Palilingan. Hadir pula pada kesempatan itu Ketua dan sekretaris LSM Pelita Klabat, Herschel Najoan dan Sandri Kere yang juga adalah anggota jemaat Tumou Tou Airmadidi. (H. Najoan)

Melihat Dari Dekat Wilayah Paling ‘Taat’ di Amerika Serikat

USA – BAIT : Kebanyakan kita mengenal Amerika Serikat, negara adidaya dunia, dari dua sumber yang sangat bertolak belakang: Hollywood dan Maryland (kantor pusat gereja kita). Yang satu mempersiapkan umat bagi kesudahan dunia, yang lain memperkenalkan gaya hidup dengan kecanggihan dan budayanya yang dianggap representasi budaya barat. Sebagian orang lagi dapat memperoleh cara pandang yang lebih realistis dengan mengakses informasi lewat media internet yang super cepat. Sumber-sumber ini telah mempengaruhi sikap dan cara pandang kita tentang dunia. Namun, tulisan ini bukan untuk mengupas mana dari sumber tersebut yang lebih berhasil dalam mempengaruhi kehidupan umat: gaya hidup Hollywood atau gaya hidup Maryland, tetapi hendak menunjukkan bahwa gaya hidup Amerika tidaklah seperti yang ditampilkan di film-film Barat.

Ramah, baku hormat, mudah menolong dan taat beragama, itulah kesan yang akan terbersit dalam pikiran anda ketika memasuki wilayah yang dikenal dengan sebutan Southern Amerika. Di wilayah yang membentang dari Alabama hingga West Virginia ini, kebanyakan lagu-lagu country Amerika –juga lagu rohani- berasal dari wilayah ini; gedung gereja mudah sekali ditemui. Setiap minggunya, masyarakat memenuhi ruang gereja dan khusuk beribadah.

Cara pandang dan gaya hidup masyarakat di wilayah ini juga amat jauh berbeda dengan gaya hidup barat yang kita kenal dari film. Di sini anda bisa melihat dari dekat salah satu suku tetap mempertahankan kaum wanitanya berpakaian tertutup dari kepala hingga kaki. Itulah suku Amish.  Di kota ini pula, anda bisa melihat wanita yang beraktivitas di gym dengan menggunakan rok, sangat jauh berbeda dengan umumnya wanita Indonesia yang mengunjungi gym. Di beberapa lokasi yang terbilang dekat, ministry yang mengangkat cara hidup dan pola makan sehat telah sekian lama dilangsungkan oleh unit-unit keluarga tertentu yang memiliki komitmen untuk menginjil lewat kesehatan, seperti MEET Ministry dan Centurion Ministry. Kedua pelatihan ini telah meluluskan tenaga-tenaga menjadi narasumber dan pelatih kesehatan di berbagai wilayah di Amerikan maupun dunia.

Bila di bagian lain di Amerika orang-orang tua umumnya sudah menjadi penghuni rumah jompo, anda akan temui begitu banyak penduduk senior berusia di atas tujuh puluh tahun dan tetap beraktivitas, bekerja dan membawa mobil sendiri di usia yang di Indonesia dikatakan sudah senja.

Tim BAIT memiliki kesempatan untuk tinggal lama di salah satu kota di Tennessee, Savannah, melakukan kegiatan misionari di salah satu institusi pendidikan, di mana salah satu kegiatan intinya melakukan kunjungan pelayanan musik di berbagai gereja di wilayah ini. Dari enam gereja yang dikunjungi, terlihat potluck disajikan vegetarian. Menariknya, di Birmingham, kota terbesar di Negara bagian Alabama, tim BAIT bertemu dengan seorang pria berusia 100 tahun yang terlihat sehat dan ceria bersama sahabatnya berusia 93 tahun.

Dengan wilayah pertanian yang membentang luas sejauh mata memandang, umumnya penduduk wilayah ini berprofesi petani. Namun demikian, pertanian digarap dengan teknologi tinggi, menggunakan peralatan canggih yang dengan mudah dijangkau dari kampung halaman. Tak heran banyak lagu-lagu country yang di antaranya mungkin favorit anda,  banyak mengangkat tema kehidupan para petani dan peternak.

Wilayah Southern Amerika memang tidak seterkenal California di mata Indonesia, namun nilai-nilai agama hidup dan berkembang di daerah ini. Inilah wilayah ‘pedesaan’ atau country Amerika yang mencetak berbagai lagu dan penyanyi terkenal. Salah satu universitas Advent terbesar berdiri di wilayah ini, Southern Adventist University di Chattanooga, Tennessee. Melihat dari dekat wilayah ini, anda akan menyadari, bahwa budaya barat bukanlah Hollywood, tetap “country life”, gaya hidup yang disarankan oleh Ellen G. White. (Ellen Manueke)

Editorial